Jauh ka Bedug Hartina: Makna dan Sejarah

“Jauh ka bedug hartina” adalah sebuah pepatah atau ungkapan dalam bahasa Sunda yang memiliki makna mendalam. Secara harfiah, ungkapan ini berarti “jauh ke bedug berarti kesulitan”. Namun, makna sebenarnya dari pepatah ini adalah bahwa semakin jauh seseorang dari sumber pendapatan atau sumber kehidupannya, semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sejarah dan Asal Usul Ungkapan “Jauh ka Bedug Hartina”

Asal usul ungkapan “jauh ka bedug hartina” masih belum diketahui secara pasti. Namun, pepatah ini lebih banyak digunakan oleh masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya. Bedug sendiri adalah alat musik tradisional yang terbuat dari kayu atau logam dan digunakan sebagai alat pengiring dalam berbagai acara adat atau keagamaan.

Bacaan Lainnya

Dalam sejarahnya, bedug digunakan sebagai alat komunikasi atau tanda bahaya bagi masyarakat pada masa lalu. Ketika terjadi bencana alam atau serangan musuh, bedug akan dipukul dengan ritme yang berbeda untuk memberi tahu masyarakat akan bahaya yang mengancam.

Makna dalam Kehidupan Sehari-hari

Ungkapan “jauh ka bedug hartina” sering digunakan sebagai nasihat atau peringatan bagi seseorang agar tidak terlalu jauh meninggalkan sumber kehidupannya. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini bisa diartikan sebagai jangan terlalu jauh meninggalkan pekerjaan atau bisnis yang sedang dijalankan.

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki usaha kecil-kecilan di desa dan kemudian memutuskan untuk pindah ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, maka kemungkinan besar ia akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebab, ia jauh dari sumber pendapatannya dan tidak memiliki jaringan sosial yang kuat di kota.

Kesimpulan

Ungkapan “jauh ka bedug hartina” mengajarkan kita untuk selalu berpegang pada sumber kehidupan yang ada dan tidak terlalu jauh meninggalkannya. Hal ini akan membuat kita lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup dan mengurangi risiko yang mungkin terjadi. Pepatah ini juga mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas apa yang telah kita miliki.

Pos terkait