9 Tugas Manajer Produksi, Kualifikasi dan Besar Gaji

Tugas Manajer Produksi

Di dalam sebuah pabrik, Anda pasti akan menemukan seorang manajer produksi atau terkadang juga dikenal sebagai manajer manufaktur. Posisi ini memiliki peran yang cukup besar dalam menciptakan produk yang berkualitas. Peran ini tentu saja muncul sejalan dengan tugas manajer produksi yang sangat beragam. Untuk lebih mengenali profesi ini, yuk cek semuanya di sini.

Tugas Manajer Produksi

Meniti karir sebagai seorang manajer produksi merupakan suatu hal yang dapat memberi kepuasan tersendiri. Manajer ini adalah atasan langsung dari para karyawan produksi. Ia memiliki tanggung jawab yang besar atas proses produksi di pabrik tempatnya bekerja.

Jika Anda ingin menduduki jabatan ini, ada beberapa hal yang harus diketahui tentang profesi ini. Salah satunya adalah tugas dan tanggung jawabnya.

1. Memastikan Tim Produksi Mampu Menghasilkan Produk Sesuai Target

Memastikan Tim Produksi Mampu Menghasilkan Produk Sesuai Target

Tugas manajer produksi yang paling utama adalah memastikan bahwa tim produksi mampu menghasilkan produk sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh perusahaan. Apa yang dimaksud target di sini bukan hanya tentang jumlah barang yang harus diproduksi dalam satu hari.

Akan tetapi, target tersebut juga meliputi standar kualitas produk yang telah ditetapkan. Dengan demikian, manajer harus mampu membagi tugas kerja dan menetapkan alokasi waktu yang tepat untuk menyelesaikan setiap langkah yang diperlukan dalam proses produksi.

2. Mengelola SDM Produksi

Untuk menjadi manajer produksi yang baik, ia harus bisa mengelola SDM Produksi dengan baik pula. Ia tentu harus mampu memahami staf produksi dengan baik. Dengan demikian, ia mengetahui keunggulan dan keburukan karyawan produksi sehingga ia dapat membagi tugas kerja dengan tepat.

Setelah pembagian tugas dilakukan, ia harus mengawasi bagaimana para karyawan melaksanakan tugasnya. Jika ada karyawan yang memiliki performa buruk, maka ia harus menegur mereka. Dan jika ada karyawan yang melanggar peraturan, ia harus memberi sanksi terhadap mereka.

Di samping itu, seorang manajer produksi juga harus bisa mengembangkan kemampuan staf produksi. Pengembangan kemampuan karyawan ini dapat dilakukan melalui pelatihan atau training.

3. Mengawasi Jalannya Proses Produksi

Mengawasi Jalannya Proses Produksi

Pengawasan proses produksi merupakan salah satu cara untuk memastikan bahwa target produksi terpenuhi. Selain itu, pengawasan ini dilakukan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standard kualitas yang ditentukan.

Dengan mengawasi jalannya proses ini, manajer produksi dapat langsung mendeteksi masalah yang muncul. Sehingga, ia dapat segera mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Pengawasan ini juga dapat membantunya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksi.

4. Memastikan Biaya Produksi Sesuai Budget

Manajer produksi harus mampu mengelola anggaran produksi seefektif mungkin. Oleh sebab itu, manajer perlu menggunakan budget yang ada dengan hati-hati agar anggaran tidak membengkak. Di sisi lain, ia harus memastikan bahwa proses produksi berjalan sesuai aturan sehingga timnya dapat menghasilkan produk berkualitas dalam jumlah yang telah ditetapkan.

5. Memastikan Bahan Baku Tersedia

Bahan baku sangat dibutuhkan dalam proses produksi. Oleh sebab itu, manajer harus selalu menjaga agar pasokan bahan baku mengalir dengan lancar. Jika pasokan tersebut lancar, maka proses produksi juga akan berjalan dengan lancar. Kelancaran pasokan ini tentu saja membutuhkan koordinasi antara manajer produksi dan supplier.

Di samping memastikan tersedianya bahan baku, manajer produksi juga harus memastikan bahwa energi listrik selalu tersedia. Sehingga, mesin produksi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

6. Membuat dan Menyampaikan Laporan Produksi

Tugas manajer produksi yang tidak kalah penting adalah membuat dan menyampaikan laporan. Laporan produksi tersebut dibuat setiap bulan. Dalam membuat laporan ini, manajer tentu dibantu oleh staf yang ada di divisinya. Setelah laporan ini selesai dibuat, manajer produksi akan menyampaikan laporan ini kepada direktur pada saat meeting bulanan.

7. Melakukan Inovasi dalam Mengelola Divisinya

Seorang manajer produksi harus kreatif. Kreatifitas ini diperlukan dalam berbagai hal, misalnya mengatur prosedur produksi, memotivasi staf produksi, dan menekan biaya produksi. Sehingga, ia perlu melakukan berbagai inovasi.

Akan tetapi, inovasi ini harus dilakukan dalam batasan yang ada. Sehingga, kualitas produk tetap terjaga. Di samping itu, target jumlah produksi juga tetap tercapai dalam waktu yang telah ditetapkan.

8. Melakukan Koordinasi Berkala

Koordinasi berkala sangat penting dalam pelaksanaan proses produksi. Koordinasi yang pertama  dilakukan adalah antara manajer produksi dan staf. Melalui koordinasi ini, kedua pihak dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah intern yang ada di bagian produksi. Selain itu, koordinasi ini juga memungkinkan manajer untuk mengatur stafnya, mengkomunikasikan target baru, dll.

Sedangkan koordinasi yang kedua adalah antara manajer produksi dengan direktur atau manajer-manajer lain. Dengan adanya koordinasi ini, manajer produksi dapat menyesuaikan target produksi sesuai dengan tujuan perusahaan, menyampaikan laporan, dan mendiskusikan kendala yang ada.

9. Bertanggung Jawab atas Mesin Produksi

Bertanggung Jawab atas Mesin Produksi

Manajer produksi tidak hanya bertanggung jawab atas hasil produksi, namun ia juga memiliki tanggung jawab atas kondisi mesin produksi. Dengan demikian, ia harus mengawasi kinerja mesin yang ada di ruang produksi. Selain itu, ia harus memastikan bahwa staf maintenance melakukan tugasnya dengan baik.

Kualifikasi Manajer Produksi

Untuk menjadi seorang manajer produksi, Anda harus memenuhi kualifikasi yang diminta perusahaan.

Pendidikan

Syarat utama untuk menduduki jabatan ini adalah pendidikan minimal S1. Peluang ini terbuka bagi lulusan dari beragam program studi. Hal ini tergantung pada jenis industri perusahaan. Jadi, jika Anda adalah lulusan Teknik Mesin, Manajemen Bisnis, Manajemen Produksi Pangan, Teknik Kimia, atau Teknologi Pangan, Anda dapat melamar posisi ini.

Pengalaman

Syarat utama lain yang harus dipenuhi adalah pengalaman. Perusahaan biasanya mengharuskan Anda untuk memiliki setidaknya 3 tahun pengalaman dalam koordinasi produksi atau 2 tahun pengalaman manajemen.

Skill

Sebagai manajer produksi yang memiliki tugas yang kompleks, Anda diharuskan memiliki berbagai kemampuan di bawah ini.

  • Mampu memimpin staf produksi.
  • Mempunyai skill manajerial yang baik.
  • Mampu mengatur dan mengawasi proses produksi.
  • Mampu berbahasa Inggris, apalagi jika perusahaan tempat Anda bekerja adalah perusahaan asing.
  • Mampu menyelesaikan masalah produksi dengan cepat dan tepat.
  • Inovatif, terampil, dan cekatan.
  • Profesional dan memiliki integritas tinggi.
  • Mampu mengoperasikan komputer dan berbagai software.
  • Berwawasan luas.
  • Mampu melakukan negosiasi yang baik saat menghadapi supplier.
  • Memiliki skill komunikasi yang baik
  • Mampu bekerja di bawah tekanan
  • Dapat bekerja dengan baik secara individu maupun di dalam sebuah tim.

Perkiraan Gaji

Manajer produksi yang berada pada level junior biasanya memperoleh gaji awal sekitar 7 juta rupiah per bulannya. Sedangkan manajer produksi yang berada di level senior memperoleh gaji sekitar 11 hingga 13 juta setiap bulannya. Gaji bulanan tersebut belum termasuk bonus dan lembur. Selain itu, pada saat hari raya, manajer produksi juga akan memperoleh tunjangan hari raya.

Baca juga: Tugas Manajer Operasional

Sekilas, semua tugas manajer produksi tersebut terkesan rumit dan berat. Namun, setelah Anda menjalaninya selama beberapa waktu, Anda akan terbiasa dengan semua tugas tersebut. Sehingga, tugas ini akan terasa lebih mudah untuk dilakukan. Di samping itu, Anda akan banyak belajar selama menduduki posisi ini. Dengan demikian, Anda akan tahu apa yang harus dilakukan jika masalah muncul.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *